Gambar Diri

Beberapa hari yang lalu aku sempat membahas “Relationship Issue” dan aku merefleksikan sesuatu yang ingin kubagikan malam ini.

Kalau boleh kusimpulkan, akar masalah yang kuhadapi bertahun-tahun tanpa kusadari atau mungkin aku menyadarinya namun cenderung aku abaikan, adalah masalah gambar diri. Saat ini, cobalah kalian pikirkan kadangkala dalam hidup, mungkin kalian menemukan sesuatu yang membuat kalian tidak suka, baik itu pada diri sendiri atau sesuatu hal lainnya. Coba telusuri apa akar dari masalah itu. Karena ini akan membantu kita untuk mengembangkan diri ke depannya. Dengan mengetahui masalah, maka kemungkinan solusi akan lebih mudah tercipta. Dan jika masalah inti kita abaikan, jangan heran jika dalam hidup kita akan menemukan masalah sejenis yang berulang.

Baiklah, saya mulai membahas masalah gambar diri. Menarik jika saya pikir kembali karena sejak beberapa tahun ini, saya sudah banyak mendengar cerita tentang gambar diri. Bagaimana seharusnya kita melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita, bukan kata orang melainkan apa kata Tuhan, dan lain sebagainya. Dan saya berpikir bahwa ya saya cukup menghargai dan mengasihi diri saya sendiri dan saya tahu Tuhan mengasihi saya dan saya berharga. Kemudian sekarang saya berpikir, mungkin saya hanya tahu tanpa benar-benar menanamkan di hati dan merenovasi hati saya yang sebenarnya minder. Mungkin hal ini sedikit membinggungkan. Begini, kalian mungkin pernah mengalami hal ini. Apa yang ingin kalian lakukan, berbeda dengan apa yang menurut kalian baik untuk dilakukan. Seperti, ada ketidakharmonisan antara hati dan pikiran. Nah, tahu saja berbeda dengan benar-benar menanamkan sesuatu di hati. Apa yang ditanam di hati akan bertumbuh dan berbuah. Dan buahnya akan bisa dinikmati melalui apa yang keluar dari kehidupan kita.

Jika seseorang memiliki gambar diri yang benar. Dia menanamkan gambar diri yang utuh dan pulih, maka yang akan keluar dari hidupnya adalah seorang pribadi yang utuh dan aman dengan dirinya sendiri. Sedangkan saya, merasa bahwa saya punya gambar diri yang utuh padahal tidak, karena apa yang muncul dalam kehidupan, bukanlah seorang pribadi yang utuh, melainkan rapuh. Dengan demikian jika disimpulkan, untuk mengetahui kondisi hatimu, lihatlah apa yang keluar di hidupmu.

Mengapa gambar diri begitu penting? Karena manusia makhluk mulia ciptaan Tuhan yang sangat dikasihi-Nya dan iblis tidak suka dengan itu dan ia ingin manusia hancur dengan berbagai cara, iblis mau memanipulasi manusia sehingga gambar yang begitu mulia dari Tuhan bisa dirusak. Iblis itu memanipulasi dengan hal-hal yang seolah-olah nampak benar dan kalau kita terima, kita masuk jebakan iblis dan tinggal tunggu waktu, iblis akan lebih mudah menghancurkan kehidupan kita. Maafkan kalau saya membahas ini. Saya bukan pengikut iblis yang harus menceritakan tentang iblis, namun penting kita tahu bahwa kita punya musuh yang tidak kelihatan yang mau menghancurkan hidup kita dan meski kita tahu dia bukan lawan kita dan dia juga tahu dia bukan lawan kita, maka ia terus bekerja keras supaya bisa menakhlukan kita dan jika kita lengah bisa-bisa kita yang harusnya menang malah kalah. Pengetahuan ini penting karena manusia lebih mudah ditipu karena kurangnya pengetahuan.

Iblis mungkin bisa berkata, kau tidak cukup baik, kau tidak layak, siapa yang mau menerima orang sepertimu, kau produk gagal, tidak ada yang tulus mengasihimu, AKU TAHU MASA LALUMU dan kau akan gagal lagi. Hei! Yang iblis tahu hanya masa lalu kita dan yang ia katakan adalah sesuatu yang akan terjadi JIKA kita mengiyakan perkataannya. Namun, bukankah banyak dari kita tahu sejarah masa lalu iblis yang dibuang ke neraka? Mengapa tidak kita balik menantangnya dan berkata, “Hei iblis, aku tahu masa lalumu dan aku tahu masa depanmu. Aku tahu kesudahanmu yang menyedihkan itu. Dan aku tahu masa laluku, namun aku masih punya masa depan karena Allah mengasihiku dan Dia berjanji masa depanku penuh pengharapan.” Nah, masalahnya sekarang adalah bagaimana kau mampu menantang iblis dengan janji Tuhan, jika kitab suci selalu tergeletak rapi di dalam rak. kita tidak pernah tahu bahwa Tuhan punya janji dan Ia bukan manusia yang suka ingkar janji. Baca dan pelajari baik-baik kitab suci karena setiap benda punya buku panduan, begitupula manusia, kita suci merupakan buku panduan untuk kehidupan. Sama seperti ketika kita membeli alat elektronik, kita diberi buku panduan, semakin kompleks suatu barang, semakin tebal buku panduan itu. Manusia begitu kompleks oleh sebab itu tidak heran buku panduannya pun tebal. Dan ketika kau mengabaikan buku panduan, ketika ada kerusakan, kau akan mulai mencari orang lain untuk memperbaikinya. Bersyukur jika kau menemukan orang yang tepat yang benar-benar bisa membantumu, jika tidak bayangkan berapa besar biaya yang harus kau keluarkan untuk itu semua. Hidup hanya sekali, ya benar kita harus bersenang-senang, namun harus ada batasan supaya tidak terjadi kerusakan fatal yang akhirnya kita seseali. Hidup hanya sekali dan jangan buat dirimu hidup dalam penyesalan.

Kehidupan selalu di mulai dari diri sendiri, artinya dari dalam ke luar. Gambar diri yang buruk menghasilkan rasa tidak aman (insecurity) pada diri sendiri, sehingga perkataan atau sikap orang lain begitu mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita membiarkan apa yang ada di luar dominan terhadap hidup kita, maka tidak heran jika hal eksternal tidak sesuai dengan ekspektasi yang terjadi adalah munculnya kekecewaan dan menyalahkan lingkunagan atau orang lain atas kekacauan yang terjadi pada hidup kita. Padahal jika kita mengaku bahwa kita adalah manusia dewasa, maka kitalah yang seharusnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam hidup kita dan bukan orang lain.

Jika kita berharap lingkungan kita berubah, ubahlah dirimu terlebih dahulu. Pahamilah bahwa manusia itu unik, tidak ada yang sama. Bukan perbedaan yang menyatukan manusia, melainkan toleransi dan kemampuan kita mengerti perbedaan itu untuk menjadi kekuatan yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan yang besar. Karena saya percaya kita ada di dunia ini dengan tujuan. Saya percaya Tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk mengisi waktu luangnya saja, melainkan ada rencananya. kenali dirimu, miliki gambar diri yang benar karena engkau berharga dan Tuhan memiliki rencana besar dalam hidupmu. Bukan apa kata orang, tapi bagaiamana kau menilai dirimu dan belajar mencintai dirimu (termasuk mengampuni dirimu) karena Tuhan mengasihi dan mengampuni umat-Nya.

If you want to walk fast, walk alone

If you want to walk far, walk together

– African Proverb

analog camera image man mirror
Photo by SplitShire on Pexels.com

Leave a comment