Pembaharuan Pikiran (Lembar 1)

Aku sejujurnya lelah hari ini menceritakan apa yang terjadi dalam hidupku sehingga membentuk pikiranku dan ketakutanku saat ini. Namun aku merasa hal ini begitu penting. Entahlah sebelum tidur aku memutuskan untuk mendengarkan pengajaran dari Ps. Craig Groeschel dengan judul Mastermind. Kalian dapat mencarinya di Youtube jika ingin mendengar versi lengkapnya karena bagiku ini menjawab kebutuhanku di tengah kekalutan. Kebetulan aku juga mendapat pengajaran serupa di gereja tempatku beribadah.

Pikiran adalah medan perang. Peperangan kita setiap saat yang paling berat adalah perang melawan pikiran kita sendiri. Hal ini seringkali membuat kita melakukan apa yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan atau tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Kita buat keputusan yang tidak masuk akal. Kita seharusnya bertanggung jawab, namun seringkali kita memilih untuk melarikan diri. Kita seharusnya melakukan apa yang baik, namun seringkali kita memilih melakukan apa yang mudah. Karena otak kita akan buat jalan untuk memikirkan hal yang pernah kita pikirkan sebelumnya/ pengalaman masa lalu. Kalau pikiran kita positif, otak akan membuat jalan supaya kita mampu memikirikan hal yang positif, dan berlaku sebaliknya.

Bertobat bukan hanya sekedar menyesal, merasa bersalah atau sedih setelah melakukan apa yang baru saja dilakukan dan setelah beberapa waktu kemudian kita kembali melakukan hal yang sama. Pertobatan seharusnya merupakan perubahan cara hidup, cara pandang dan cara berpikir. Di mana seringkali hati dan pikiran kita bertentangan dan yang menang biasanya pikiran karena roh penurut, kecuali kalau kita mampu melatih pikiran kita. Tidak peduli seberapa sering kamu sedih dan menyesal, selama kamu tidak merubah cara berpikirmu, kamu akan selalu kembali ke jalan yang sama.

Paulus menguasai (mastered) pikirannya dan awalnya dia kelihatan gila karena seringkali dia juga melakukan sesuatu yang dia gak mau lakukan, sampai dia bilang “Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh kematian ini?” Tapi akhirnya dia menang dan bisa menguasai pikirannya.

Ketika kamu merasa tidak berdaya untuk mengontrol apa yang kamu pikirkan, maka kamu akan menemukan masalah dalam mengontrol apa yang kamu lakukan. Melatih pikiran itu seperti melatih tubuh. Bukan sekedar apa yang kita lakukan pada tubuh kita yang membuatnya sehat, tapi juga apa yang kita masukkan ke dalam tubuh itu berpengaruh, begitu juga pikiran. Keterbatasan bukan pada keadaan, melainkan seringkali pikiran kita yang membatasi kita dan membuat kita merasa tidak mampu melakukan sesuatu, bisa jadi alasannya adalah pengalaman masa lalu atau trauma. Ketika kita dihadapkan pada masalah atau ketakutan kita, kita akan berpikir di masa lalu, saya pernah mengalami hal serupa dengan ini atau hal buruk ini selalu saja terjadi pada saya dan dulu saya tidak mampu/ kacau/ gagal dan sekarangpun tidak akan bisa. Kata siapa? Kamu sudah lebih dewasa (gajah kecil terikat di paku dan frustrasi karena tidak bisa lepas dan karena trauma itu sampai dewasa pun dia merasa ia tak akan mampu, padahal ia lebih dari mampu).

Gajah

Leave a comment