Pembaharuan Pikiran (Lembar 2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, saya ingin bicara mengenai Stronghold (Benteng Pertahanan). Benteng itu merupakan hal yang selama ini kita yakini yang tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya dan hal itu seringkali menghalangi kita dalam kehidupan atau menghambat pertumbuhan atau kemajuan kita dalam kehidupan. Dalam tulisan ini, saya memasukkan beberapa ayat alkitab yang bagi saya sangat membantu saya memahami hal ini. Karena salah satu cara untuk meruntuhkan benteng adalah dengan hal-hal positif dan salah satu yang paling ampuh bisa kita temukan dalam kitab suci (II Korintus 10:3-4).

Seperti yang kita tahu bahwa ibis adalah bapa segala dusta dan stronghold kita adalah tipuan iblis apapun bentuknya, yang mempengaruhi pikiran kita yang memutarbalikkan kebenaran. Karena iblis menipu kita dengan satu tipuan setiap waktu sampai kita percaya apa yang dia tanamkan itu benar. Dan kita hidupi tipuannya.

Bagaimana cara iblis menipu kita? Lewat kata-kata negatif dari orang-orang terdekat kita yang kita dengarkan, atau melalui trauma dari pengalaman masa lalu. Dan yang seharusnya kita lakukan adalah menawan pikiran itu dan menundukkannya pada kebenaran Firman Tuhan (II Koritus 10:5) karena:

“ YOUR LIFE IS ALWAYS MOVING IN THE DIRECTION OF YOUR STRONGEST THOUGHT”

Mau hidupmu berubah? Ubah pikiranmu! Karena Amsal 23:7 NKJV bilang “For as he thinks in his heart, so is he.” (Sebagaimana orang berpikir dalam hatinya, demikianlah orang itu).

Kita bisa melihat satu lukisan namun punya pandangan yang berbeda, kenapa? Karena bingkai yang kita letakkan pada suatu gambar berpengaruh pada cara pandang kita terhadap gambar tersebut. Satu kejadian yang sama bisa ditanggapi dengan cara berbeda oleh dua orang karena kedua orang ini memiliki mental filter (cara pandangan yang berbeda karena perbedaan latar belakang maupun pengalaman hidup) yang berbeda. Kita harus belajar untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Melihat situasi dari sudut pandang berbeda akan memberikan nilai berbeda terhadap sesuatu. Kita tak akan bisa mengontrol apa yang terjadi pada kita, namun kita bisa kontrol bagaimana cara kita memandang dan bereaksi terhadap situasi tersebut. Faktanya tidak berubah, tetapi filternya berubah. Untuk itu kita tidak bisa pasif membiarkan segala hal terjadi di sekeliling kita, namun kita harus bertindak secara aktif menginterpretasikan segala sesuatu melalui filter rohani, sehingga waktu orang lain bilang ini situasi terburuk, kita bisa pandang itu sebagai kesempatan belajar dan kesempatan untuk mempermuliakan Allah.

Untuk merubah filter kita, belajarlah dalam situasi buruk sekalipun, bersyukur atas apa yang tidak terjadi pada kita, belajar untuk melihat situasi dari sudut lain dan cari kebaikan Tuhan dalam setiap situasi. Berdoa bukanlah pilihan terakhir kita dalam menghadapi masalah, tetapi seharusnya menjadi pilihan pertama, karena dengan berdoa kita bisa mendapat damai sejahtera yang supranatural. Karena doa menyembuhkan penyakit pikiran kita dengan merubah cara berpikir kita. Pikiran manusia di dominasi oleh pikiran penuh dosa. Khawatir juga merupakan dosa karena tidak mempercayai janji dan kuasa Allah. (Rm 8:5-6 NLT)

Rumus untuk mengubah cara kita berpikir, yaitu:

WRITE IT -> THINK IT -> CONFESS IT UNTIL YOU BELIEVE IT!

There always will be a battle in your mind and let God always win

Coba identifikasi apa yang selama ini jadi benteng pertahananmu, karena kalau kita tidak tahu apa yang perlu untuk diubah, bagaimana mungkin perubahan itu bisa terjadi. Dan kemudian cari kebenaran Firman Tuhan yang bisa diperkatakan setiap hari untuk menghancurkan benteng pertahanan itu.

Ketika membuat tulisan ini, saya juga merefleksikan hal yang sama untuk diri saya dan akan saya bagikan di secarik kertas selanjutnya. Mungkin akan membuka sisi kelam saya dan saya rasa kita semua menyimpan banyak kekelaman di pikiran kita dan ketika kita mulai membuka diri, di sanalah awal perubahan itu terjadi. Bukan saya membanggakan apa yang menjadi sisi kelam saya, namun saya sungguh ingin melalui secarik kertas ini, kita bisa sama-sama belajar sebagai pribadi yang tidak sempurna untuk akhirnya bisa menemukan tujuan kehidupan kita dan menjalani kehidupan ini dengan lebih utuh dan selaras dengan tujuan kita diciptakan di dunia ini.

person holding string lights photo
Photo by David Cassolato on Pexels.com

Leave a comment