Seperti janjiku sebelumnya, aku ingin berbagi tentang apa yang aku refleksikan dari pelajaran “Mastermind“. Sebelumnya, saya ingin menambahkan hal baru yang saya dapatkan kemarin.
Stop Holding On to Your History at the Expense of Your Destiny -Ps. Chad Veach-
Masa lalu adalah masa lalu. Tidak peduli apa yang terjadi pada masa lalu, Tuhan selalu punya rencana untuk masa depan dan yang perlu kita lakukan hanyalah melupakan masa lalu dan bergerak maju (memang melangkah selalu butuh iman) menjalani panggilan Tuhan. Karena tanpa kita aktif mau menjalankan panggilan itu, rencana tidak akan bisa dijalani, apalagi ketika kita sudah menyerah. Namun percayalah ketika kehidupan tidak berjalan baik, Tuhan tetap bekerja dengan baik
It’s Too Early to Quit and It’s Never Too Late to Start -Ps. Chad Veach
Ini salah satu hal yang meyakinkanku untuk sungguh mengubah pola pikirku dan bergerak maju. Karena Tuhan tidak melihat seberapa banyak kegagalan yang pernah kita lakukan, kita sendiri yang kadang terlalu menekan diri kita padahal Tuhan Maha Pengasih dan Pengampun. Ia bahkan tidak mengingat-ingat dosa kita. Tuhan bahkan ingin kita mengeluarkan potensi kita yang sebenarnya untuk benar-benar hidup dan menjalankan panggilannya.
Saatnya aku akan masuk ke ceritaku sebagai aplikasi dari apa yang telah kupelajari. Ketika aku berpikir tentang apa benteng yang menahanku untuk bergerak maju, aku menemukan bahwa saya selalu gagal dalam menjalin hubungan dekat dengan orang tidak peduli bagaiamanpun saya mencobanya karena saya tidak mampu mengontrol diri saya sendiri, sehingga saya berpikir bahwa lebih baik saya sendiri dan melakukan dosa yang saya sukai, seperti minum alkohol atau merokok bahkan menonton pornografi (alasan paling sering kupakai adalah karena semua orang butuh dopamine), daripada saya menyakiti orang lain dan merusak segalanya. Jadi ketika saya merasa tidak baik dengan diri saya sendiri, saya kerap melakukan dosa favorit saya tersebut. Kemudian saya menemukan bahwa saya harus berhenti melakukan jalan itu dan membuat jalan baru di pikiran saya yang akan berpengaruh pada perubahan tingkah laku saya.
Sebelum saya membuat jalan baru itu, saya kemudian mengidentifikasi kebohongan apa yang selama ini berhasil iblis tanamkan di pikiran saya. Dan berikut beberapa yang bisa saya jabarkan:
- Setelah apa yang sudah saya lakukan, Tuhan tidak akan bisa lagi memakai kamu seperti di masa lalumu
- Di manapun kamu berada, kamu selalu mengacau bahkan saat kamu lakukan hal baik sekalipun itu bisa menjadi kacau juga
- Kamu tidak akan bisa lepas dari dosa favorit mu, bukankah kamu sudah mencoba dan selalu kembali lagi ke jalan yang sama. Mungkin itu sudah jalanmu
- Kamu berbeda dari wanita lainnya, zaman sekarang sudah umum kasus LGBT, kalau kamu bisa menemukan cinta di sana kenapa tidak, toh kamu memang berbeda dan pria mana yang mau menerima wanita sepertimu.
Mungkin kalian tidak percaya, namun itulah perang yang seringkali terjadi di pikiranku. Kemudaian aku melanjutkan pemikiranku karena aku harus menganti semua pikiran keliru dengan pikiran yang benar dan menjadikan pikiran itu lebih kuat di hidupku, karena pikiran terkuatlah yang akan memimpin jalan hidupku. kemudian aku menuliskan beberapa hal:
- Saya bukanlah budak dari keterikatan atau kecanduan apapun
- Saya adalah manusia bebas dan saya tidak menggunakan kebebasan itu untuk hidup dalam dosa, melainkan untuk Tuhan (karena Ia sudah membebaskanku dari dosa oleh pengampuan-Nya -Ibr 10:17-) dengan cara menghormati dan mengasihi orang lain
- I Kor 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Ya, aku rasa aku perlu melatih ini dan fokus sampai aku mampu mengenapi rencana-Nya
- Karena Tuhan saya tidak perlu takut/ khawatir/ cemas terjadap apapun karena Tuhan peduli padaku dan itu cukup
- Hidupku milik Tuhan dan setiap hari aku mencari-Nya dan Ia mengarahkan jalanku. Aku mengenal suara-Nya dan Dia menuntunku pada rancangan-Nya yang sempurna
5 Poin ini kutuliskan untuk kurenungkan setiap hari dan akan kuperkatakan setiap hari hingga aku meyakininya, mengalahkan keyakinanku yang keliru selama ini pada 4 poin di atas. Ini hasil perenunganku, mungkin kalian bisa melakukan hal yang sama untuk pikiran kalian juga bisa diubahkan dan dibaharui. Entah area mana dalam hidupmu yang perlu diperbaharui.
Bagiku secara pribadi jika harus dipikirkan saat ini area mana dalam hidupku yang ingin kugambar ulang, tentunya area “Relationship” dan aku sedang mengerjakannya dan tidak ingin menyerah . Karena aku tidak mau kalah dengan tipuan manapun, oleh sebab itu aku tidak akan menyerah. Bagaimana dengan kalian? Pikirkan dan tuliskan di manapun yang kalian suka, toh semuanya untuk membantu kehidupanmu ke depan dan kau tahu metode apa yang paling ampuh bagimu.
