Fondasi Hubungan

Melanjutkan tulisanku sebelumnya. Aku merenungkan banyak hal dalam hidupku belakangan ini. Aku ingin membagikan pandangan baruku tentang hubungan (relationship).

Aktifitasku saat ini membuatku cukup sibuk karena aku belajar mendisiplin diriku. Apa yang perlu aku lakukan, kulakukan lebih dahulu dibandingkan dengan apa yang tidak terlalu penting. Aku merasa lebih teratur dan semoga saja aku tidak terjebak rutinitas.

Entah mengapa semakin aku tau apa yang baik bagi diriku, aku merasa sangat mandiri dan lebih produktif dan beruntungnya aku dikelilingi dengan orang-orang yang peduli padaku, bagiku masalah pasangan tidak lagi menjadi hal penting. Aku belajar lebih mencintai diriku sendiri saat ini. Mencintai diri sendiri (selflove) tidak sama dengan egois (selfish). Sesaat aku melihat hubungan-hubungan yang pernah kujalani sebelumnya, melihat laki-laki di sekeliling kehidupanku yang nampaknya malah menambah beban hidup wanita, aku merasa tidak sanggup untuk menjadi wanita yang harus menanggung beban laki-laki di saat banyak aspek dalam hidupku sendiri yang harus kutata.

Mungkin tidak semua laki-laki seperti itu, aku saja yang kurang beruntung dalam hal ini, tapi semuanya itu memberiku pelajaran. Dalam hubungan aku belajar bahwa fokusnya memang bukan lagi pada diri sendiri, tapi juga tidak berarti fokusnya adalah pada pasangan. Hubungan itu sesuatu yang Tuhan rancangkan untuk kebaikan manusia. Dan hubungan yang sehat seharusnya berfokus pada Tuhan, sang pencipta hubungan. Tidak hanya hubungan antara laki-laki dan perempuan sebenarnya, tapi ketika hubungan dijalani dengan berfokus pada Tuhan, maka seharusnya masalah lebih mudah diselesaikan karena fondasinya sama. Dan jika hubungan fondasinya adalah fokus pada Tuhan, maka bukan satu pihak mencari pemenuhan yang berujung pada membebani pihak lainnya, tapi mereka adalah pribadi yang utuh yang siap melayani satu sama lain karena dalam hubungan selalu ada pihak yang lebih kuat dalam satu hal dan lemah dalam hal lain, dan hubungan yang baik adalah hubungan yang menggunakan kekuatan yang ada untuk membantu kelemahan pihak lainnya.

Ada pula istilah berdua lebih baik dari seorang diri. Namun berdua tidak selalu berarti bersama pasangan. Atau mungkin hanya aku saja yang belum menemukan pria yang bisa bekerja sama dengan baik dengan wanita. Mungkin juga dirikulah yang belum mampu menahan ego untuk bisa bekerjasama dengan baik dengan pria.

Lagipula untuk hidup berdua dalam komitmen banyak penyelarasan yang harus dilakukan karena latar belakang hidup yang berbeda pasti membentuk pola pikir dan pola sikap yang berbeda pula. Hal ini menjadi semakin sulit dalam hubungan jika kedua belah pihak bukanlah pribadi yang utuh. Hubungan adalah hal yang amat rumit untukku dan aku cukup bahagia dan menikmati kesendirianku saat ini. Banyak orang menjadikan masalah hubungan sebagai hal besar dalam hidup karena faktor usia dan tekanan keluarga, namun bagiku jika aku bisa mandiri, produktif dan tetap bahagia, sendiri ataupun berdua bukanlah hal yang harus terlalu menekan pikiran kita.

Ingat! Bahagia itu pilihan.

Leave a comment