Identitas

Saya ingin sedikit membahas tentang beberapa kesalahpengertian yang seringkali terjadi yang merusak pengenalan kita akan Tuhan dan akhirnya merusak identitas kita sendiri. Sebelum saya melanjutkan, saya ingin mengutip Yohanes 8:44 bahwa “Iblis adalah bapa segala dusta.” Kalau kita tahu bagaimana iblis bekerja merusak identitas anak Allah, kita akan lebih tidak mudah masuk dalam tipuan iblis. Karena sejak awal di kitab Kejadian sampai sekarang iblis bekerja dengan cara yang hampir sama, yaitu membuat kita ragu akan identitas kita dalam Tuhan. Ketika identitas kita rusak dan kita mulai memiliki keraguan dalam hati dan pikiran kemudian kita merasa tidak aman dengan diri sendiri maka iblis akan lebih mudah menyerang kita. Itulah sebabnya penting sekali bagi kita untuk mengenal identitas kita di dalam Tuhan.

Pertama, kasih Allah itu utuh, sempurna dan kekal. Ia tidak bisa lebih mengasihi kita hari ini dan kurang mengasihi kita besok. Kasih-Nya sama dan sempurna dahulu, sekarang dan selamanya. Dan Ia sangat mengasihi kita. Kesadaran bahwa kita sangat dikasihi membuat kita tidak mencari kasih itu dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita akan kasih. Ketika kita tertanam dalam kasih Tuhan, kita akan berhenti membiarkan kasih manusia mengisi hati kita karena ada kasih Allah di sana. Kita akan mulai hidup dengan penjagaan penuh dan hati yang tidak bisa dipatahkan karena cinta Tuhan merupakan tempat perlindungan yang aman bagi kita.

I have loved you with an everlasting love. I have drawn you with unfailing kindness.

– Jeremiah 31:3 –

Kedua, kedangkala dalam perjalanan kita mengalami masa sulit kemudian kita mulai  merasa bahwa kita tidak cukup mampu untuk menjadi anak Tuhan yang baik, kita merasa kita tidak masuk hitungan. Ya, mungkin benar kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan kekuatan kita sendiri karena kita manusia biasa dengan segala kelemahannya, tapi kita saat itulah iman kita diperlukan. Iman percaya bahwa Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan segala hal yang kita butuhkan untuk menjalankan rencana-Nya dan iman yang percaya bahwa kita akan mampu melakukan segala sesuatu ketika Ia bekerja di dalam dan melalui kehidupan kita. Mungkin kita tidak mampu, tapi Tuhan mencari yang mau. Tuhan tidak bisa bekerja melalui kita kalau kita tidak mau melakukan apapun.

Yakobus 1:2-3

Consider it pure joy, my brother and sisters. Whenever you face trials of many kinds, because you know that the testing of your faith produces preseverance.

Dibutuhkan iman untuk berjalan di dalam ketaatan. Karena untuk menemukan indentitas sejati kita atau panggilan hidup kira bukanlah jalan yang singkat. Taat pada panggilan bukan menjadikan hidup kita mudah, melainkan menjadikan siapa sejatinya diri kita sesuai rancangan Tuhan menciptakan kita (Efesus 2:10). Dan saat kita jalan dalam rancangan-Nya, kita akan menemukan kepuasan bagi jiwa kita.

Ketiga, janji Tuhan itu benar dan Dia mau kita hidup dalam kelimpahan. Tanya Tuhan apa yang Ia pikirkan tentang kita. Perkatakan kata-kata kehidupan dan kebenaran sampai kita percaya berharganya kita di mata Tuhan. Karena dalam hidup kita akan menemui tantangan dan masalah, tapi Kristus sudah menang bahkan kita sudah menang bersama Dia. Inilah identitas kita, kita adalah pemenang, kita adalah penakhluk. (Yoh 16:33)

Apapun yang pernah terjadi dalam hidup kita di masa lalu, itu tidak mendefinisikan siapa kita -baik ataupun buruk-. KIta sudah menang atas masa lalu kita. Kehidupanmu yang lama tidak akan pergi kecuali kita yang meninggalkannya. Kalau kita sadar identitas kita sebagai anak Tuhan, kita juga harus tahu bahwa Tuhan mengerjakan hal yang baru. Serahkan masa lalumu pada Tuhan sehingga kamu punya kapasitas yang cukup untuk memiliki identitas yang baru dalam Tuhan (Yesaya 43:19). Orang bisa saja mengingatkanmu akan masa lalumu, tapi kamu bukanlah masa lalumu. Identitas baru kita adalah warga kerajaan Allah, anak Allah dan rahmat-Nya bagi kita baru setiap hari.

Mzm 51:1-2

Untuk menutup catatan ini, saya ingin kembali ke awal mengenai bagaimana iblis menang ketika ia berhasil menipu anak Tuhan. Salah satu produk dari tipuan iblis adalah perasaan bersalah. Perasaan bersalah merupakan dasar dari perasaan terputus hubungan dengan Tuhan, Kita merasa kita menyakiti Tuhan karena tidak taat dan mengira bahwa Tuhan marah, kecewa dan meninggalkan kita. Ini adalah tipuan yang iblis ingin tanamkan di hati kita. Karena iblis itu menipu dan memberikan perasaan tertuduh dalam hati kita sehingga kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan dan jika itu yang kita lakukan, artinya iblis menang dan hidup kita benar-benar makin jauh dari Tuhan. Bukan karena Tuhan pergi meninggalkan kita, karena Ia Allah yang setia, namun seperti ketika Adam melakukan dosa, kitalah yang mencoba lari dari Tuhan.

Tuhan itu sabar, maha pengampun dan Ia mencari yang terhilang. Dia tidak mau perasaan bersalah memisahkan kita dari kasih-Nya. Ia mengampuni kita, Ia membersihkan kita, Ia menanggung dosa kita dan menjadikan kita baru. Percaya dan kenali kebenaran bahwa Tuhan sudah menyelesaikan semua masalah dosa kita. Hancurkan tembok perasaan malu dan bersalah serta berhenti menganggap kasih-Nya bisa berkurang. Karena kasih-Nya sempurna. Kasih-Nya kekal dan sempurna dan tidak tergoyahkan oleh apapun. Akui dosamu, jangan biarkan perasaan bersalah menjadi penghalang karena Tuhan mau kita bebas dari rasa bersalah karena memang kita sudah dibebaskan dari kesalahan. Ia ingin hubungan dengan kita lebih dari apapun. Bukan kita berubah baru Ia mau berhubungan dengan kita, melainkan dengan kita semakin dekat berhubungan dengan Tuhan, maka cara kita hidup akan diubahkan semakin hari semakin seperti Kristus.

Because of your great compassion, blot out the stain of my sins. wash me clean from my guilt. Purify me from my sin.

psalm 51:1-2

business identity blank stationery set on wood background
Photo by Kaboompics .com on Pexels.com

Leave a comment