Proses

Hari ini ada sesuatu hal yang menarik perhatian dan pemikiran saya. Keponakan saya yang berumur 7tahun bermain game balap mobil menggunakan ponsel saya, kemudian di level tertentu, dia selalu tertinggal dari mobil lainnya. Bukan karena ia tidak bisa bermain dengan baik, namun karena level yang lebih tinggi membutuhkan kendaraan yang lebih baik. Saya tidak membiasakan dia untuk membeli kendaraan baru jika poin tidak mencukupi. Karena poin sebelumnya digunakan untuk meng-upgrade mobil yang ia punya hingga mencapai kapasitas maksimal, ia tidak lagi memiliki cukup poin untuk membeli kendaraan baru.

Jika ada orang berpikir mengapa anak berumur 7tahun dibiasakan bermain game di ponsel. Inilah perkembangan zaman. Selama tahu batasan dan ada pelajaran yang terus bisa kita tanamkan dari setiap aktivitas yang anak lakukan, menurut saya tidak ada salahnya, karena jika tidak, pendidikan saat ini juga sudah menggunakan teknologi ponsel, yang mana jika kita tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka anak akan mengalami ketertinggalan. Peran orangtua di sini menjadi penting untuk mengawasi penggunaan teknologi dengan bijaksana. Karena anak belum memiliki cukup kebijaksanaan dalam penggunaan bebas.

Kembali ke topik awal, saya pernah suatu kali bermain permainan serupa dan terus berusaha hingga mendapat poin yang cukup untuk membeli kendaraan baru, namun usaha itu membutuhan waktu dan usaha. Hari ini tiba-tiba saya berpikir, bagaimana jika saya membelikan satu mobil baru yang paling baik sehingga ia bisa bermain dan selalu menang tanpa perlu terlalu banyak usaha. Dan itu yang saya lakukan.

Sambil saya berpikir ketika dia asik bermain. Beberapa orang di dunia ini punya keuntungan ketika mereka lahir di keluarga kaya, karena mereka punya kesempatan untuk menang lebih dulu dalam karir mereka ke depan. Namun ketika saya merenungkan hal itu, tiba-tiba keponakan saya mengalami kendala. Dia menyampaikan bahwa mobil itu terlalu cepat sehingga ia tidak bisa mengendalikannya dengan baik. Meski ia mendapatkan beberapa kemenangan, namun ia tidak bisa mengendalikan mobilnya kembali dengan cukup baik di beberapa level selanjutnya karena mobil itu melaju terlalu cepat.

Hal itulah yang kemudian mengelitik hati dan mengubah pemikiran saya. Tidak selalu anak yang dilahirkan dari keluarga kaya bisa melejit cepat dalam hidup tanpa tantangan dan masalah yang berat untuk mereka lewati. Mungkin benar mereka punya keuntungan lebih dari banyak orang yang tidak lahir dari keluarga kaya, namun untuk mengendalikan apa yang dipercayakan pada-Nya, tetap butuh usaha keras untuk menyesuaikan diri dengan percepatan yang dialami. Sehingga tidak heran ketika seorang anak orang kaya tidak berhasil mengendalikan apa yang dipercayakan padanya, bisnis keluarga menjadi kacau balau dan berantakan.

Dari kejadian itu, saya mengambil pentingnya proses. Mengingat ketika saya bermain tanpa mengeluarkan uang tetapi berusaha mengumpulkan poin sedikit demi sedikit, rasanya tidak ada masalah kendali yang berarti. Proses sebagai sarana latihan sehingga ketika kita naik level, kita sudah siap dengan percepatan, tantangan, tanggung jawab yang lebih yang ada di depan.

Hidup itu adalah proses. Proses belajar satu langkah setiap hari untuk mempersiapkan kita menapaki tangga demi tangga dalam hidup. Tidak perlu tergesa-gesa, ingat satu langkah maju setiap hari lebih baik dari pada melompat lima langkah kemudian jatuh ke tangga terbawah. Ketergesa-gesaan bisa mengabaikan faktor kesiapan. Sama halnya ketika kita berdoa minta berkat tapi tidak memiliki kapasitas yang besar untuk menerima berkat besar, berkat itupun akan lenyap dalam sekejap mata. Contohnya orang yang tidak memiliki kapasitas cukup untuk mendapat hadiah mobil mewah, yang akhirnya membuat dirinya terpaksa menjual mobil itu dan tidak mengelola uangnya dengan baik dan kembali ke kehidupan semula bahkan mungkin lebih buruk. Kejadian itu umum terjadi di dunia kita saat ini.

Cintailah proses. Proses memperbesar kapasitas. Terus belajar karena belajar adalah bagian dari proses. Manusia mulai mengalami kehidupan yang berhenti (stuck) ketika mereka berhenti belajar.

Leave a comment